Rohimibnuahmad’s Weblog


jalan-jalan ke Lenteng Agung
April 26, 2009, 1:53 am
Filed under: Uncategorized

alhamdulillah, Allah masih memberiku kesehatan dan kesempatan yang luar biasa besar dan banyak. sungguh aku tidak akan mampu membalas pemberian Allah jika seandainya Dia kelak memintanya kembali. sungguh, ternyata kehidupan setelah kuliah begitu kompleks. berikut cerita singkat tentang jalan2 saya:
hari Sabtu, 25 April 2009, aku diajak ayah untuk pergi ke Lenteng Agung. aku diajaknya menemui teman-temannya untuk membicarakan program pesantren liburan yang akan dilaksanakan pada liburan Juni-Juli 2009. Alhamdulillah, aku bisa bertemu dengan pemilik pesantren yang akan dijadikan tempat untuk kegiatan tersebut. aku bahkan disana bertemu dengan 3 orang dari Arab Saudi. kami sempat mengobrol, sayangnya, aku hanya menguasai bahasa Arab secara teksutal, namun tidak secara verbal, sehingga aku hanya berkomunikasi dengan bahasa inggris.
setelah dari sana, aku diajak untuk berkumpul di rumah salah satu Alumni ITB yang juga Anggota DPR. disana, mereka membicarakan kondisi perpolitikan di Indonesia, bagaimana hasil pemilihan umum legeslatif, bagaimana perolehan masing-masing dari mereka, dan bagaimana konsep koalisi pasangan presiden dan wakil presiden dari berbagai partai besar. bahkan dalam pembicaraan tersebut terungkap masalah-masalah yang sama sekali tidak terekspos oleh media massa., ibaratnya , partai yang selama ini terlihat begitu baik di luar, namun ternyata juga melakukan hal yang sama yang sering dilakukan parta-partai politik pada umumnya. pembicaraan itu berlangsung dari jam 23.30 sampai jam 03.00, sungguh membuatku bosan…
akhirnya aku dan ayah pulang. tapi sempat menginap dulu di rumah salah seorang teman ayah. aku tidur disana dan mempersiapkan diri untuk pulang ke bandung. tugas masih menunggu..
hikmah yang bisa kuambil: ternyata, seseorang yang terkenal jujur dan sering muncul di media massa, ketika berkumpul dengan orang-orang dalam suatu partai, dia bisa menjadi orang-yang tidak jujur. entah itu karena dorongan kawan- kawannya atau karena dia sendiri sifat baiknya seeprti itu. selain itu, aku juga membuktikan bahwa Allah menciptakan manusia ini dengan sifat rakus yang dimilikinya. sifat rakus untuk mengumpulkan harta dan kekuasaan sebanyak-banyaknya. waktu yang mereka miliki hanya untuk hal itu. masyaallah…
insyaallah akan saya sambung di lain waktu..



EL2246 IMPEDANSI, DAYA, ARUS ALAT ELEKTRONIK
Maret 13, 2009, 1:09 pm
Filed under: Uncategorized

Berapa impedansi dari earphone, headphone, speaker?

el2246-13

Impedansi dari earphone berkisar antara 20 – 40 ohm. Misalnya impedansi dari earphone seri Shure E3c sebesar 26 ohm.

Impedansi dari speaker / loudspeaker berkisar antara 4 – 6 ohm namun tidak sampai melebihi 8 ohm.

el2246-21

Impedansi dari headphone, misalnya model iGRADO sebesar 8 ohm.

Jika 2 earphone diparalel, apa efeknya (impedansi, daya, arus)?

2 earphone yang diparalel berarti terjadi penggabungan impedansi dari 2 komponen listrik. Dengan diasumsikan total impedansi dari setiap komponen listrik sebagai satu buah hambatan, maka bisa disimpulkan, jika keduanya digabungkan secara paralel, maka akan berlaku hukum kirchoff II yang menurunkan rumus persamaan hambatan:

1/Rp = 1/R1 + 1/R2

Jika 2 earphone di atas dipasang secara paralel, maka impedansi totalnya adalah: 1/Rp = 1/26 + 1/26 = 2/26 , Rp = 13 ohm

nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai hambatan sebelum diparalel.

Sesuai dengan persamaan:
P = V2/R, dengan lebih kecilnya nilai hambatan ketika digabungkan secara paralel, maka nilai dayanya akan lebih besar daripada sebelumnya.

Sesuai dengan persamaan: I = V/R, dengan lebih kecilnya nilai hambatan setelah diparalel, maka nilai arusnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya.


Jika 2 earphone diseri, apa efeknya (impedansi, daya, arus)?

Sesuai dengan hukum kirchoff II bahwa jika 2 hambatan yang disusun secara seri akan berlaku rumus hambatan total sebagai berikut:


Rs = R1 + R2

Jika 2 earphone diatas digabungkan secara seri, maka nilai impedansi totalnya (sesuai dengan asumsi yang sama seperti di atas):

Sesuai dengan persamaan: P = V2/R, dengan lebih besarnya nilai hambatan ketika digabungkan secara seri, maka nilai dayanya akan lebih kecil daripada sebelumnya.

Sesuai dengan persamaan: I = V/R, dengan lebih besarnya nilai hambatan setelah disusun secara seri, maka nilai arusnya menjadi lebih kecil daripada sebelumnya.



TEGANGAN, ARUS, DAN DAYA LISTRIK (EL2246)
Februari 24, 2009, 9:09 am
Filed under: Uncategorized

TUGAS 2 ELEKTRONIKA INDUSTRI
TEGANGAN, ARUS, DAN DAYA LISTRIK

TEGANGAN LISTRIK (VOLTAGE)

Definisi
Tegangan listrik atau yang lebih dikenal sebagai beda potensial listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tegangan listrik merupakan ukuran beda potensial yang mampu membangkitkan medan listrik sehingga menyebabkan timbulnya arus listrik dalam sebuak konduktor listrik.
Berdasarkan ukuran perbedaan potensialnya, tegangan listrik memiliki empat tingkatan:
Tegangan ekstra rendah (extra low Voltage)
Tegangan rendah (low Voltage)

Tegangan tinggi (high Voltage)

Tegangan ekstra tinggi (extra high Voltage)

Simbol (rumus)

Sesuai dengan definisi di atas, bahwa tegangan merupakan perbedaan potensial antara dua titik, yang bisa didefinisikan sebagai jumlah kerja yang diperlukan untuk memindahkan arus dari satu titik ke titik lainnya, maka rumus dasar tegangan antara 2 titik adalah:

Va – Vb = ∫E . dI

Dimana Va = potensial di titik a; Vb = potensial di titik b; E = medan listrik, dan I = arus listrik.
Berdasarkan penerapannya, beda potensial ada pada arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak- balik (AC). Pada arus searah:

V = √(P.R)

V = I . R

dimana V = tegangan; P = daya; R = hambatan; dan I = arus.
Sedangkan pada arus bolak-balik:
dimana V = tegangan (Volt); I = arus (Ampere); P = daya (Watt); R = hambatan (Ohm); Z = impedansi; dan ф adalah beda fase antara I dan V.

Satuan (unit)
Tegangan listrik memiliki satuan Volt. Simbol untuk tegangan listrik adalah V. namun dalam referensi-referensi akademis lebih sering digunakan simbol E untuk menyebutkan tegangan listrik. Hal ini dilakukan agar tidak tertukar dengan simbol satuan tegangan (Volt) yang juga disimbolkan dengan V.

ARUS LISTRIK (ELECTRIC CURRENT)
Definisi
Arus listrik merupakan aliran muatan listrik. Aliran ini berupa aliran elektron atau aliran ion. Aliran ini harus melalui media penghantar listrik yang biasa disebut sebagai konduktor. Konduktor yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah kabel logam.
Ketika dua ujung kabel disambungkan pada sumber tegangan, misalnya baterai, maka elektron akan mengalir melalui kabel penghantar dari kutub negatif menuju kutub positif baterai. Aliran elektron inilah yang disebut sebagai aliran listrik.

Simbol (rumus)
Arus listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui konduktor dalam tiap satuan waktu. Untuk aliran yang kontinu (steady), arus listrik dirumuskan dalam persamaan berikut:

Dimana I = arus listrik (Ampere) ; Q = jumlah muatan listrik yag mengalir (Coulomb); t = waktu (sekon).
Satuan (unit)
Satuan untuk besaran arus listrik dalam system (SI) adalah Ampere (A) atau Coulomb/sekon. 1 Coulomb sendiri setara dengan 6.242 × 1018 elektron yang mengalir per detik.

DAYA LISTRIK (ELECTRIC POWER)
Definisi
Daya listrik adalah besar energi listrik yang ditransfer oleh suatu rangkaian listrik tertutup. Daya listrik sebagai bentuk energi listrik yang mampu diubah oleh alat-alat pengubah energi menjadi berbagai bentuk energi lain, misalnya energi gerak, energi panas, energi suara, dan energi cahaya. Selain itu, daya listrik ini juga mampu disimpan dalam bentuk energi kimia. Baik itu dalam bentuk kering (baterai) maupun dalam bentuk basah (aki).

Simbol (rumus)
Daya merupakan jumlah energi listrik yang mengalir dalam setiap satuan waktu (detik). Sehingga formula daya listrik bisa dituliskan sebagai berikut:
P=W/t
Dimana

P = daya (Watt atau Joule/sekon);

W = energi listrik (Joule);

t = waktu (sekon).

Karena W=V×I×t atau W=I^2×R×t atau W=V^2/R×t, jika W disubstitusi, maka persamaan daya listrik akan menjadi:
P=V×I atau
P=I^2×R atau
P=V^2/R
dimana P = daya (Watt), V = tegangan (Volt), I = kuat arus (Ampere), dan R = hambatan (Ohm).

Satuan (unit)
Satuan dari daya dalam SI adalah Joule/sekon atau Watt.



MY HOMEWORK FOR MR. BUDI RAHARDJO VERSION 3.1
Februari 13, 2009, 11:23 am
Filed under: Uncategorized

1. Apa itu kesetrum ?
Kesetrum atau tersengat listrik adalah peristiwa mengalirnya arus listrik melalui tubuh manusia. Mengalirnya arus listrik ini bisa terjadi karena kulit manusia bersentuhan dengan benda yang mengandung aliran listrik, sementara di bagian kulit yang lain, umumnya kaki, bersentuhan dengan media yang bisa menghantarkan listrik pula. Akibatnya tubuh manusia itu menjadi media konduktor, yang bisa mengalirkan arus listrik. Dua permukaan kulit yang bersentuhan itu harus memiliki potensial yang berbeda. Karena jika sama tidak akan terjadi aliran listrik di dalam tubuh manusia.
2. Kenapa kesetrum berbahaya?
Pada saat seseorang tersengat listrik, ada beberapa gejala yang terjadi di dalam tubuhnya:
1) Jantung berhenti berdenyut.
2) Otot berkontraksi (mengerut).
3) Pernafasan terhenti dimana pusat saraf di otak yang mengatur pernafasan lumpuh.
4) Luka bakar.
Dari beberapa gejala di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tersengat listrik berpeluang untuk menyebabkan kematian seseorang.
3. Mana kesetrum yang disebut berbahaya dan mana yang tidak?

Data berikut menunjukkan tingkat bahaya arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh manusia:

Tabel 1. Batas Arus yang Melewati Manusia

Batas arus

Pengaruh pada tubuh manusia

0 – 0,9 mA

Belum merasakan pengaruh

0,9 – 1,2 mA

Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak menimbulkan kejang

1,2 – 1,6 mA

Mulai terasa se akan2 ada yang merayap didalam tangan

1,6 – 6,0 mA

Tangan sampai kesiku merasa kesemutan

6,0 – 8,0 mA

Tangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah

13 – 15,0 mA

Rasa sakit tak tertahankan penghantar masih
dapat dilepas

15 – 20,0 mA

Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar

20 – 50,0 mA

Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia

50 – 100,0 mA

Batas arus yang dapat menyebabkan kematian

Tabel 2. Besar dan Lama tegangan Sentuh Maksimum

Tegangan sentuh (Volt) rms

Waktu  Pemutusan Maksimum (detik)

< 50

50

1,0

75

0,5

90

0,2

110

0,2

150

0,1

220

0,05

280

0,03

4. Adakah beda antara kesetrum arus listrik DC dan arus listrik AC?
Arus listrik DC adalah arus listrik yang mengalir searah, yaitu dari titik dengan beda potensial tinggi ke titik dengan beda potensial rendah. Arus ini besarnya konstan sepanjang waktu. Karena sifatnya searah dan konstan inilah arus DC tidak membahayakan tubuh atau tidak sampai menyengat tubuh.
Sementara arus AC, adalah arus listrik yang arahnya bolak-balik. Ia mengalirkan listrik dengan besar arus berubah-ubah menurut fungsi waktu. Perubahan arus listrik ini menghasilkan getaran / gelombang sinusoida, yang jika getaran ini melewati tubuh dan getarannya lebih besar dari getaran detak jantung manusia, maka manusia tersebut akan merasakan sengatan listrik.
REFERENSI:
http://www.pln-jatim.co.id/e7/_mod/info/?t=tips&f=4, diakses pada hari Jumat, 13 Februari 2009 pukul 18.10 WIB
http://www.bisnisdanpeluangusaha.com/anti_kesetrum/, diakses pada hari Jumat, 13 Februari 2009 pukul 18.12 WIB
http://fisikaeschool.blogspot.com/2009/01/arus-ac-dan-dc.html, diakses pada hari Jumat, 13 Februari 2009 pukul 18.14 WIB



RENUNGAN…
Juli 31, 2008, 1:02 pm
Filed under: Uncategorized

(Kamis, 31 July 2008, 19.57 WIB)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Taala yang masih memberiku kehidupan hingga detik ini. Sungguh besar karunia-Nya sehingga seandainya semua pohon dijadikan pena dan seluruh air laut dijadikan tintanya niscaya tidak akan cukup untuk menulis semua nikmat yang telah Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya.

Saat ini, Allah sedang mengujiku dengan menempatkan makhluk-Nya di tubuhku. Kata dokter, aku menderita gejala tipes. Awalnya, ini seperti sebuah bencana bagiku. Namun, setelah sekian lama kurenungkan, sungguh ternyata besar sekali hikmah yang bisa kudapat dari kondisi sakit yang sudah ditakdirkan Allah kepadaku ini.

Dulu, ketika aku masih sehat, Hati kecilku sering memuji kondisi fisikku. Kurus, namun jarang sakit. Sejak pertama kali datang di Bandung hingga memasuki semester 5 aku belum pernah menderita sakit yang mengakibatkan aku harus bedrest. Namun saat ini, Allah menyadarkanku dari kelalaianku itu. Allah mengujiku dengan penyakit yang menyebabkan aku terpaksa harus mengakui bahwa sesungguhnya tubuh ini begitu lemah. Tubuh ini hanyalah makhluk-Nya yang suatu saat akan rusak. Tubuh ini hanya titipan yang kelak harus dikembalikan kepada yang punya dan harus dipertanggungjawabkan kepada yang punya. Astaghfirullaahal azhiim.

Selama sakit, aku pun banyak sekali memiliki kesempatan untuk merenungi apa yang selama ini telah kujalani selama hidup 21 tahun di dunia. Sungguh, banyak sekali nikmat yang Allah berikan, sungguh, sedikit sekali apa yang telah aku lakukan. Sungguh, betapa sebentarnya aku hidup. Sungguh, betapa bodohnya aku selama ini hanya mencintai seseorang dan sesuatu yang kelak akan meninggalkanku. Sungguh, betapa bodohnya aku selama ini aku melupakan Dzat yang sama sekali tidak pernah lupa padaku dan tidak pernah lalai memperhatikan apa yang selama ini aku ucapkan dan aku perbuat. Astaghfirullah Wa atuubu ilaih.

Selama sakit, aku selalu ditemani oleh sebuah radio, radio itu memberiku informasi yang akurat terutama masalah perpolitikan yang saat ini begitu runyam. Aku sekali lagi mendapat pelajaran. Sungguh, bangsa ini butuh figur yang benar-benar tangguh memegang Dinnya. Sungguh, bangsa ini butuh figur-figur yang tidak akan mati karakternya dan idealismenya. Sungguh, begitu susahnya mencari figur yang didalamnya menyatu semua sifat-sifat kerasulan; Shiddiq, amanah, tabligh, fathonah, tawadhu’, dan zuhud. Ya Allah, ampunilah saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air ini.

Selama sakit, aku mendapatkan sedikit kebahagiaan. Ternyata masih banyak orang-orang yang peduli padaku. Aku bersyukur kepada Allah atas nikmat ini. Ya Allah, berikanlah balasan kepada mereka dengan sebaik-baik balasan, balasan yang engkau berikan kepada para kekasih-Mu.



Hasil PPL 2008
Juli 23, 2008, 3:19 pm
Filed under: PPL

alhamdulillah..akhirnya aku diizinkan oleh Allah untuk menghirup kembali udara segar kota bandung. setelah kurang lebih 1 bulan terisolasi di desa kajen, kecamatan margoyoso, kabupaten pati, jawa tengah.

ternyata, apa yang telah kualami jauh lebih berkesan daripada apa yang kubayangkan sebelumnya ketika akan berangkat ke sana.

pertama. disana adalah lingkungan pondok pesantren masyarakat NU yang masih desa, jadi rasanya aku seperti kembali di rumah saja..mengaji di pondok, membaca shalawat dan dzikir bersama selesai shalat magrib, setiap menjelang subuh dibangunkan oleh ayat2 suci Alquran lewat pengeras suara.. dan bisa berkomunikasi dengan penduduk sekitar dengan bahasa jawa yang halus dan bisa beramah-tamah dengan mereka. alhamdulillah…

kedua. aku bertemu dengan kyai Nukman Thohir. beliau adalah pengasuh pondok pesantren kulon banon, pesantren yang selama ini kutinggali. aku disana diajar berbagai ilmu, antara
lain tasawuf, ushuluddin, ushulul fiqh, tauhid, dan nasionalisme. selain itu juga ada materi-materi kewirausahaan dan kreativitas dari para alumni gamais ITB. ada satu lagi materi yang jauh lebih penting, yaitu materi hikmah dan kebijaksanaan yang disampaikan oleh kyai Nukman, pak muh (filosof), kyai Mustofa Bisri (gus mus), dan kyai sahal mahfud. sungguh pertemuan yang harus disyukuri.

ketiga, aku bisa mengulang kembali masa kecilku di sana, yaitu main bola di lapangan tanpa alas kaki, main bola dan lari-larian di pantai kartini rembang, dan jalan-jalan bareng orang tua dan teman – teman keliling desa..sengguh nikmat yang sangat besar…

aku dan teman-teman juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pabrik pembuatan tepung tapioka (pati) yang ada di dekat pesantren. disana kami melihat proses penggilingan ketela menjadi tepung dan bagaimana limbah itu sampai dihasilkan , akhirnya kami dapat menyimpulkan kenapa sampai limbah di sana tidak ada yang menangani, dan banyak terdampar di sungai-sungai sehingga menimbulkan polusi udara.

sedikit pengetahuan yang bisa saya berikan bagi pembaca di sini antara lain:

1. bahwa kita sebagai orang yang bisa mengenyam pendidikan tinggi seharusnya bisa bersyukur karena masih banyak saudara-saudara kita di pelosok sana yang masih belum bisa menikmatinya. kita seharusnya bisa lebih memanfaatkan anugrah yang diberikan oleh Allah berupa kecerdasan intelektual sehingga kita bisa mencapai pendidikan yang tinggi ini, dan berusaha menggunakan kecerdasan kita untuk memperbaiki kondisi masyarakat desa yang masih jauh tertinggal.

2. bahwa masyarakat saat ini hampir tidak bisa memikirkan bagaimana kondisi negeri ini ke depan, mereka hanya mampu memikirkan bagaimana kondisi mereka dan keluarga mereka ke depannya, bagaimana agar keluarga mereka bisa hidup, dan sebagainya. sementara kita di sini yang sudah diberi kelimpahan rezeki dan pengetahuan cukup susah memberikan gambaran bagaimana kondisi negara saat ini dan bagaimana kondisi negara di masa depan jika kita tidak bertindak. kami juga kesulitan ketika kami menjelaskan apa yang saat ini kami pelajari di ITB, karena mereka kebanyakan belum mengenal atau baru pertama kali mendengar istilah-istilah di perguruan tinggi atau di dunia sains..

memang seperti itulah kondisi real bangsa kita saat ini. ketika di kota orang-orang sedang sibuk memikirkan bagaimana mereka bisa mempertahankan kekuasaan dan pengaruh mereka, di sisi lain, masyarakat di desa tidak tahu menahu tentang kondisi politik di kota, dan sama sekali tidak tertarik untuk mengetahuinya, karena berapa kalipun pemimpin daerah berganti, sama sekali tidak memberi efek bagi mereka. mereka tetap miskin..hidup tetap susah..

semoga para pemimpin kita benar-benar bisa menyadari apa sebenarnya tugas seorang pemimpin, apa sebenarnya tanggung jawab mereka, dan apa yang seharusnya mereka jawab ketika Allah SWT kelak menanyai mereka di yaumul Hisab. Amiin.



Membangun Profesionalisme di Era Globalisasi
Juni 15, 2008, 9:26 am
Filed under: Uncategorized

Alhamdulillah, pagi tadi telah dilaksanakan Salman Leadership Forum dengan Tema Membangun Profesionalisme di Era Globalisasi (kalau tidak salah intinya itu..walaupun kalimatnya sepertinya tidak pas-pas banget). pembicaranya Ir. Abdul Hamid Batubara, MBA. beliau adalah Senior Vice Precident PT Chevron Indonesia (yang dulunya adalah PT Caltex Indonesia, anak cabang PT Chevron International milik United States).

Dalam acara tersebut, beliau bercerita tentang apa sih yang dimaksud dengan Profesionalisme. beliau menjelaskan bahwa Profesional itu identik dengan Integritas. artinya, orang bisa disebut Profesional bila dia memiliki 2 hal dalam mengerjakan setiap pekerjaan. yang pertama adalah Hard skill, yaitu kemampuan di suatu bidang tertentu. yang kedua adalah Soft skill, yaitu kemauan untuk melakukannya secara jujur dan maksimal.

Ketika Beliau ditanya apakah sejak SMA beliau telah mencita-citakan menjadi seorang Vice President, beliau sama sekali menyangkalnya. beliau mengaku bahwa dulu cita-citanya hanya ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain. tetapi beliau telah memiliki prinsip yang selalu beliau pegang sejak kecil, yaitu beliau akan selalu bersikap jujur dan menjaga integritas dalam setiap pekerjaannya, beliau menghindari sifat marah, egois, dan ingkar janji. karena beliau berpendapat bahwa sifat-sifat itulah yang mengakibatkan seseorang kehilangan kredibilitasnya di hadapan orang lain.

perjalanan beliau sejak SD sampai menjadi vice President saat ini bukanlah perjalanan yang mudah. beliau mengaku sejak SD sampai Kuliah bekerja di usaha sablon milik keluarga. selain itu, beliau mengaku sangat menggemari pemrograman sehingga beliau menguasai beberapa bahasa mesin/bahasa pemrograman. oleh karena itu, beliau setelah lulus dari Teknik Elektro ITB tahun 1982 diterima bekerja di PT Caltex yang ada di Riau. beliau mendapat pekerjaan yang sangat sesuai dengan hobinya selama di bangku kuliah, sehingga dengan cepat beliau bisa menduduki posisi yang cukup tinggi di perusahaan tersebut.

setelah beberapa tahun, beliau mendapat kesempatan untuk bekerja di bidang Finance, dengan syarat beliau harus kuliah dulu untuk mendapatkan gelar MBA di Amerika Serikat. setelah beliau menyelesaikan studinya, beliau pulang ke Indonesia dan sejak saat itu beliau bekerja di bidang Finance.

Beberapa pelajaran yang dapat saya ambil dari pengalaman Hidup beliau antara lain:

1. Kehidupan semua sudah diatur oleh Allah SWT. manusia hanya berkewajiban untuk berusaha secara maksimal dalam menjalani kehidupannya.

2. kunci kesuksesan dalam Pekerjaan  adalah…senangilah segala pekerjaan yang kita lakukan, karena jika kita bisa melakukannya, kita akan dapat dengan mudah menyelesaikan pekerjaan itu secara mulus dan hasilnya akan maksimal.

3. Dalam bekerja, gunakanlah tips-tips yang sudah dijelaskan oleh Steven Covey dalam bukunya Seven Habits of Highly Effective People.

4. yang Terakhir, Berdoalah Kepada Allah, gunakan Shalat Tahajjud Dan Shalat Istikharah sebagai media kita untuk berdoa dan memohon kepada Allah.

jika kita bisa tetap menjaga integritas dalam bekerja dan selalu berdoa kepada Allah, insyaallah dunia dan akhirat dapat kita gapai.

amin..